Dokter Gaza Layani Pasien di Tengah Puing RS Al Shifa

 

Dokter Muhammad Abu Salmiya berbicara kepada Al Jazeera dari Rumah Sakit Al Shifa yang rusak parah.
(Tangkapan layar via Al Jazeera)

Gaza, 21 September 2025 — Rumah Sakit Al Shifa di Jalur Gaza hancur lebur akibat serangan, namun para tenaga medis di sana tetap bertahan memberikan pelayanan kepada pasien. Meski bangunan utama tinggal puing, dokter dan perawat berupaya menjalankan tugas di tengah keterbatasan fasilitas.

Menurut laporan Kompas, kondisi RS Al Shifa kini hampir tidak layak digunakan. Alat medis banyak yang rusak, ruangan operasi luluh lantak, bahkan sebagian besar dinding roboh. Kendati demikian, warga Gaza yang terluka akibat konflik terus berdatangan mencari pertolongan.

“Kami tidak bisa meninggalkan pasien. Selama masih ada nyawa yang perlu diselamatkan, kami akan bekerja,” ujar salah satu dokter setempat.

Tenaga medis di Gaza juga menghadapi keterbatasan pasokan obat-obatan, listrik, dan air bersih. Beberapa pasien terpaksa dirawat di tenda darurat yang didirikan di sekitar area reruntuhan rumah sakit.

Komunitas internasional sebelumnya telah menyerukan perlindungan fasilitas kesehatan di wilayah konflik, namun serangan yang menghancurkan Al Shifa menunjukkan rapuhnya perlindungan tersebut.

Meski dalam situasi sulit, dokter Gaza menegaskan komitmennya untuk tetap melayani pasien, menjadikan keberadaan mereka sebagai simbol keteguhan di tengah penderitaan yang menimpa warga sipil.


Post a Comment

0 Comments